Ad

Masjid Da’wah Surabaya, Jejak Dakwah Muhammadiyah dan Cikal Bakal Lahirnya Universitas Muhammadiyah Surabaya

 

Masjid dakwah Surabaya 

Beritae-Masjid Da’wah di Jalan Blauran Kidul 2/21 kembali menarik perhatian publik setelah kisah sejarahnya dipublikasikan dan memunculkan berbagai kenangan serta catatan penting perjalanan dakwah Muhammadiyah di Surabaya.

Masjid yang berdiri di kawasan pusat kota itu dikenal sebagai salah satu ruang penting pembinaan umat dan aktivitas dakwah Muhammadiyah sejak akhir 1960-an.

Berbagai respons muncul dari masyarakat. Sebagian mengenang pengalaman mengikuti pengajian dan kegiatan keislaman di masjid tersebut, sementara lainnya membagikan pengalaman spiritual yang pernah mereka rasakan.

Berdasarkan sejumlah arsip dan dokumentasi sejarah, Masjid Da’wah dibangun oleh tokoh-tokoh muda Muhammadiyah sebagai bagian dari penguatan gerakan dakwah di kawasan perdagangan dan permukiman padat di pusat Surabaya.

Letaknya yang dekat dengan Pasar Blauran membuat masjid berkembang menjadi tempat ibadah sekaligus ruang pertemuan sosial dan pembinaan masyarakat.

Sejumlah sumber juga menyebut masjid ini pernah menjadi tempat persinggahan para dai dari berbagai daerah serta lokasi berlangsungnya pertemuan aktivis dakwah dan tokoh Muhammadiyah di Jawa Timur.

Dari Masjid ke Lahirnya Pendidikan Tinggi Islam

Masjid Da’wah memiliki hubungan sejarah yang erat dengan berdirinya Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah (FIAD), yang kemudian berkembang menjadi bagian dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya).

FIAD didirikan pada 12 September 1964 atas prakarsa AM. Nur Salim, MA, alumnus Universitas Al-Azhar Mesir yang aktif dalam pengembangan pendidikan Islam.

Pada masa awal, Surabaya belum memiliki universitas Muhammadiyah sehingga FIAD berada di bawah pembinaan Universitas Muhammadiyah Malang.

Perjalanan pendidikan tersebut berlangsung di tengah dinamika politik nasional menjelang peristiwa G30S/PKI. Aktivitas awal fakultas berlangsung di kawasan Blauran sebelum kemudian berpindah ke Kapasan.

Lokasi lama tersebut kemudian berkembang menjadi Masjid Da’wah yang kini dikenal masyarakat.

Ruang Pembentukan Generasi Dakwah

Sejarawan Muhammadiyah Andi Hariyadi mengenang pengalamannya mengikuti kajian keislaman di Masjid Da’wah pada era 1990-an.

Kajian tersebut diisi oleh Buya Syafi’i Ma’arif yang saat itu baru kembali dari studi di Amerika Serikat.

Menurut Andi, pengalaman itu menjadi salah satu titik penting yang membentuk ketertarikannya pada sejarah dan pemikiran Muhammadiyah.

Menjaga Jejak Sejarah

Di tengah perkembangan kota dan perubahan sosial, Masjid Da’wah dinilai tetap memiliki peran strategis sebagai ruang penguatan nilai keislaman dan sosial.

Berbagai kalangan berharap dokumentasi sejarah serta program keummatan dapat terus dikembangkan agar warisan dakwah dan pendidikan yang pernah tumbuh di tempat ini tetap hidup bagi generasi berikutnya. (Red)

#MasjidDa’wah.#Surabaya,#Muhammadiyah,#UM#Surabaya,#FIAD,#SejarahDakwah, #PendidikanIslam

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Masjid Da’wah Surabaya, Jejak Dakwah Muhammadiyah dan Cikal Bakal Lahirnya Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Masjid Da’wah Surabaya, Jejak Dakwah Muhammadiyah dan Cikal Bakal Lahirnya Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Masjid Da’wah Surabaya, Jejak Dakwah Muhammadiyah dan Cikal Bakal Lahirnya Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Masjid Da’wah Surabaya, Jejak Dakwah Muhammadiyah dan Cikal Bakal Lahirnya Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Masjid Da’wah Surabaya, Jejak Dakwah Muhammadiyah dan Cikal Bakal Lahirnya Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Masjid Da’wah Surabaya, Jejak Dakwah Muhammadiyah dan Cikal Bakal Lahirnya Universitas Muhammadiyah Surabaya

Posting Komentar