Satu Tahun Berkiprah, Rumah Baca Tante Djie Terus Wujudkan Literasi Anak di Kawasan Peneleh Heritage
SURABAYA, Beritae – Suasana meriah dan penuh kehangatan mewarnai perayaan hari anniversary pertama Rumah Baca Tante Djie yang berlokasi di kawasan bersejarah Peneleh Heritage, tepatnya di Peneleh Gang 5/31, Surabaya. Acara yang diselenggarakan pada Senin sore, 27 Juli 2026 ini, dihadiri oleh antusiasme warga, tokoh masyarakat, hingga jajaran pejabat pemerintahan setempat.
Rumah baca ini tidak sekadar tempat meminjam buku, melainkan sebuah dedikasi yang menyimpan nilai historis mendalam. Didirikan pada Juni 2025 melalui program Corporate Social Responsibility SARANA METAL GROUP, tempat ini dibangun untuk mengenang perjuangan Ibu Tjeng Giok Hoo, atau yang akrab disapa Tante Djie. Kiprah mulia Tante Djie yang mendedikasikan dirinya sebagai seorang guru di Tuban pada masa kemerdekaan, menjadi roh dan inspirasi utama berdirinya fasilitas literasi ini.
Acara perayaan anniversary ini turut disaksikan oleh berbagai tokoh penting yang memberikan dukungan nyata. Tampak hadir Carlson selaku generasi kedua owner Rumah Baca Tante Djie, Ketua RT setempat Bapak Maali, Ketua RW 03 Kelurahan Peneleh Bapak Arijawan, Lurah Peneleh Bapak Skundario Kristianindraputra S.T., Camat Bapak Jefry, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M.
Beroperasi setiap hari mulai pukul 15.30 hingga 20.00 WIB, Rumah Baca Tante Djie hadir dengan program yang komprehensif untuk anak-anak di lingkungan sekitar.
"Rumah baca Tante Djie ini tidak hanya digunakan sebagai perpustakaan biasa, namun juga sebagai tempat pelatihan membaca usia dini, bercerita, menggambar, hingga belajar berbahasa Inggris," ujar Carlson di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Carlson membagikan visi besarnya untuk masa depan. Ia menaruh harapan agar fasilitas literasi ini bisa terus berkembang, membangun, dan membuka cabang di tempat lain. "Kami berharap ke depannya dapat berkolaborasi dengan instansi pemerintah, khususnya terkait pengadaan koleksi buku dan penambahan tenaga pendidik dalam hal kurikulum bahasa yang dapat diajarkan," tambahnya.
Harapan tersebut disambut dengan sangat positif oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Ir. Yusuf Masruh, M.M. Ia menegaskan bahwa kehadiran Rumah Baca Tante Djie sangat berdampak positif bagi masyarakat.
"Keberadaan rumah baca ini sangat penting di dalam masyarakat, khususnya bagi warga Peneleh. Ini adalah langkah konkret di mana kita dapat mengurangi kecenderungan anak-anak yang kecanduan *gadget*, sekaligus meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan minat baca sejak usia dini," tegas Yusuf.
Ketika disinggung mengenai peluang kolaborasi, sumbangan buku bekas, maupun bantuan operasional lainnya, Yusuf menekankan komitmen kuat dari Pemerintah Kota Surabaya.
"Pemerintah Kota Surabaya sangat mendukung rumah baca ini. Ke depannya, tentu bisa menjalin kolaborasi dengan perpustakaan kota terkait koleksi buku. Bagi kami, tidak ada kata 'buku bekas', karena buku adalah sumber ilmu, dan tidak ada istilah bekas untuk sebuah sumber pengetahuan. Nantinya, terkait tenaga pengajar dan bantuan pendukung lainnya, akan kami pertimbangkan lebih lanjut dengan menyesuaikan kebutuhan yang ada," pungkasnya.
Acara anniversary di tutup Dengan potong tumpeng dan potong kue tart yang dilakukan oleh Carlson. Dengan dukungan penuh dari CSR perusahaan, masyarakat sekitar, dan pemerintah kota, Rumah Baca Tante Djie diharapkan terus menjadi lentera pengetahuan dan mencetak generasi penerus yang cerdas dan berkarakter, meneruskan semangat juang Tante Djie. Red
Posting Komentar