130 TAHUN KH. MAS MANSUR, USIA KEBANGKITAN PEMIKIRAN NASIONAL.
![]() |
| Langgar Gipo Surabaya |
Beritae-langgar Gipo Surabaya. Tak dapat dipungkiri kebangkitan pemikiran nasional tak bisa lepas dari nama besar KH. Mas Mansur, yang lahir 130 tahun yang lalu.
Memang pada tahun 1908 telah berdiri Boedi Oetomo yang kini telah dijadikan sebagai hari kebangkitan nasional. Namun bedirinya Boedi Oetomo lebih banyak pada kegiatan Pendidikan dan Kebudayaan. Dari Boedi Utomo itulah lahir berbagai organisasi yang mengarah pada nasionalsm.
Namun karena jaman itu kekuasaan pemerintah Hindia Belanda sangat kuat dan kejam. Maka banyak organisasi politik yang tidak berani terang terangan.
Melalui forum diskusi atau Taswirul Afkar, KH. Mas Mansur bersama KH. Abdul Wahab Hasbullah membongkar kebekuan itu. Lewat Taswirul Afkar, keduanya mengajak kaum terpelajar untuk berdialog atau bertukar pikiran berbagai masalah kebangsaan dan keagamaan pada tahun 1914.
Taswirul Afkar atau kebangkitan pemikiran dilakukan rutin di Langgar Gipo ( Langgar Sagipodin ). Di situ berkumpul tokoh tokoh pergerakan diantaranya HOS. Tjokroaminoto, Ki Hajar Dewantoro dan Hasan Gipo yang kelak dikenal sebagai Ketua PB.Nadhatul Ulama yang pertama.
Saat itu Hasan Gipo terkenal sebagai keluarga saudagar kaya raya yang memiliki Langgar Gipo.
Dari Taswirul Afkar atau Kebangkitan pemikiran lahirlah berbagai kegiatan lain di berbagai kota seperti Nadhatul Wathan, Khitab Al Wathan, Far'u al Wathan dan Hidayah al Wathan.
Setiap mendirikan kegiatan baru, KH. Mansur dan Wahab Chasbullah memberi nama belakangnya " Wathan " yang berarti " Tanah Air ". ( dikutip dari Journal Unesa ).
Kekompakan para tokoh Islam di Langgar Gipo dikarenakan masih adanya kekerabatan diantara mereka.
KH. Mas Mansur dengan Hasan Gipo sama sama cicit dari H. Abdul Latif Sagipodin saudagar kaya di jaman itu yang menguasai bisnis di kawasan Pabean.
Sedangkan KH. Wahab Hasbullah kerabat dekat dari KH.Hasyim Ashari dari keturunan Kyai Sihah Pendiri Pesantren Tambak Beras Jombang ( dikutip dari UIN Sunan Ampel ).
Tak pelak lagi, Taswirul Afkar menjadi jembatan pertemuan pemikiran keagamaan dan nasionalis. Pemikiran Keagamaan diwakili oleh KH. Mas Mansur dan KH. Wahab Hasbullah. Sedangkan pemikiran nasionalis diwakili HOS. Tjokroaminoto yang waktu itu sebagai pendiri Sarekat Islam atau SI sekaligus Guru Bangsa bagi tokoh tokoh
kemerdekaan yakni Ir. Soekarno, Semaun, Alimin dan Kartosuwiryo.
Hasan Gipo didapuk oleh para ulama menjadi Ketua Nadhatul Ulama yang pertama. Sedangkan KH. Mas Mansur bergabung ke Muhammadiyah tahun 1922 dan menjadi Ketua PP Muhammadiyah periode 1937 - 1942.
Saat kepemimpinan Muhammadiyah inilah, KH. Mas Mansur menerbitkan " 12 Langkah ". Muhammadiyah.
Sosok langkah yang mengilhami para tokoh kemerdekaan dalam penyusunan Dasar Dasar Negara yakni Pancasila menjelang hari kemerdekaan negara Republik Indonesia tahun 1945.
Saat ini, sudah tak ada lagi diskusi panjang lebar tentang kemerdekaan di Langgar Gipo.
Yang ada deru truk trailer mengangkut barang di siang hari di jalan depan Langgar Gipo.
Jika malam tiba yang hadir adalah kesunyian dan remang remang di kawasan Kalimas Udik tempat Langgar Gipo.
Semoga di setiap pekik
merdeka pada pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pekik itu bisa menggugah masyarakat mengenang kembali tukar pikiran dari para tokoh pergerakan kemerdekaan di Langgar Gipo di Kalimas Udik Surabaya.
( Oleh : Arijawan ).

Posting Komentar