Ad

KH. MAS MANSUR, BIKIN SEJARAHWAN JEPANG KESEMSEM


Yang menarik pada Peringatan atau refleksi 130 tahun kelahiran pahlawan nasional KH. Mas Mansur di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya pada kamis malam ( 25/6/2026) . Adalah paparan Andi Hariyadi Ketua Majelis Pustaka, Informatika dan Digitalisasi Muhammadiyah Surabaya. 
" Ada beberapa peneliti sejarah dari negeri Sakura yang tertarik ingin meneliti sejarah KH.Mas Mansur khususnya pada masa menjelang kemerdekaan, " ungkap Andi Hariyadi pada para audience yang hadir pada kegiatan tersebut.
Mengapa yang tertarik justru peneliti dari negeri Sakura bukan dari Negeri Kincir angin yang notabene bekas penjajah paling lama di negeri Indonesia.
Nampaknya ada peran yang kuat peran KH. Mas Mansur pada masa pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1942.  
Dimulai dengan berdirinya PUTERA ( Pusat Tenaga Rakyat) yang dinisiasi Jepang dan dimotori Empat Serangkai yakni Ir. Soekarno, KH. Mas Mansur, Ki Hajar Dewantara dan Mohammad Hatta ini adalah cikal bakal menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 
Pada awalnya memang tujuan pembentukan PUTERA ini untuk mendukung Jepang di Perang Dunia 2 melawan Sekutu. 
Dengan kecerdikan KH.Mas Mansur memanfaatkan fasilitas Jepang utamanya koran dan radio untuk memobilisasi rakyat untuk bersatu melawan penjajah. 
 Penuh resiko memang, jika taktik ini dibaca Jepang, habislah KH. Mas Mansur dkk saat itu. 
Para sejarahwan menilai dipilihnya KH. Mas Mansur bersama tiga serangkai oleh Jepang karena dialah satu satunya tokoh Islam yang berani berteriak lantang melawan Pemerintah Hindia Belanda sebelum Jepang datang ke Indonesia.
Perlawanan Non Kooperatif KH. Mansur sudah dimulai tahun 1937 terhadap penjajah Hindia Belanda. 
Padahal saat itu banyak tokoh tokoh agama Islam yang namanya tidak kaleng kaleng. Tapi nama KH. Mas Msnsur yang mencuat saat itu.

Terbukti pada 19 Maret 1939, KH. Mas Mansur bersama R.Wiwoho mendirikan GAPI ( Gabungan Politik Indonesia ). 
GAPI menuntut kepada Pemerintah Hindia Belanda agar menerapkan pemerintahan demokratis bagi Indonesia. Menyatukan Partai Politik Indonesia untuk mencapai kedaulatan pemerintah Indonesia. 
Sejarah juga mencatat KH. Mas Mansur pernah menolak tawaran menjadi Ketua Hod Van Islamictische Zaken, semacam lembaga yang bertugas memberikan nasehat keagamaan Islam kepada Pemerintahan Hindia Belanda dengan gaji seribu gulden setingkat gaji Bupati.

Dengan kepiawaian diplomasi dan organisasi, lewat PUTERA, KH. Mas Mansur berhasil memobilisasi rakyat, menyatukan dan mempersiapkan bangsa Indonesia menyongsong Proklamasi Kemerdekaan.

Menjelang kekalahan Jepang dari tentara sekutu pada Perang Dunia 2, dibentuklah BPUPKI yang didalamnya KH. Mas Mansur mengambil peran penting.

Hasilnya, Proklamasi kemerdekaanpun berkumandang ke pelosok negeri dan dunia.

Barangkali karena peran unik KH. Mas Mansur menjelang kemerdekaan Negara Indonesia inilah, para peneliti Jepang saat ini kesemsem ingin meneliti dan menulis Sejarah KH. Mas Mansur. 
Sosok pemberontak keras kepala yang ditakuti penjajah Hindia Belanda. Sebaliknya di mata para peneliti dan sejarawahwan Jepang, KH. Mas Mansur tokoh kunci persiapan proklamasi

Kemerdekaan Indonesia. Tokoh agama Islam kelas wahid di jamannya. Tokoh Muhammadiyah sekaligus tokoh nasional yang kaya gagasan dan pergerakan. 
Ditahannya KH. Mas Mansur saat melawan tentara Sekutu pada peristiwa perang 10 Nopember 1945 hingga menuju akhir hayatnya juga masih menjadi pertanyaan besar para sejarahwan. Terutama pemikiran dan gagasan besar beliau perihal bangsa yang merdeka berdaulat dan berkeadilan tertimbun hiruk pekik proklamasi kemerdekaan saat itu. Bahkan saat inipun, nampaknya gagasan dan pemikiran KH. Mas Mansur belum banyak diungkap para sejarahwan dan masyarakat.
( Arijawan )
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • KH. MAS MANSUR, BIKIN SEJARAHWAN JEPANG KESEMSEM
  • KH. MAS MANSUR, BIKIN SEJARAHWAN JEPANG KESEMSEM
  • KH. MAS MANSUR, BIKIN SEJARAHWAN JEPANG KESEMSEM
  • KH. MAS MANSUR, BIKIN SEJARAHWAN JEPANG KESEMSEM
  • KH. MAS MANSUR, BIKIN SEJARAHWAN JEPANG KESEMSEM
  • KH. MAS MANSUR, BIKIN SEJARAHWAN JEPANG KESEMSEM

Posting Komentar